ring a bell idiom Dalam Bahasa Indonesia
Idiom: Ring a bell
Definisi: “Ring a bell” adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu terdengar akrab atau memberikan sedikit ingatan, tetapi tidak cukup untuk diingat secara jelas. Biasanya digunakan ketika seseorang tidak sepenuhnya ingat detail suatu hal, tetapi merasa bahwa mereka pernah mendengar atau mengetahui tentangnya sebelumnya.
Penggunaan: Idiom ini sering dipakai dalam konteks percakapan sehari-hari, ketika seseorang mendengar nama, tempat, atau informasi yang tampaknya familiar, tetapi tidak dapat mengingatnya sepenuhnya. Contohnya:
- “That name rings a bell, but I can’t remember where I heard it.”
Etimologi: Asal usul idiom ini tidak sepenuhnya jelas, tetapi frasa “ring a bell” merujuk pada suara lonceng yang bisa menandakan sesuatu yang tidak asing bagi telinga. Istilah ini mungkin berasal dari kegiatan yang melibatkan bunyi lonceng yang menarik perhatian, membuat seseorang merasa bahwa mereka mengenali sesuatu.
Pelafalan: /rɪŋ ə bɛl/
Sinonim:
- Sound familiar
- Strike a chord
- Resonate
Antonim:
- Sound foreign
- Be unfamiliar
- Not recognize
Idiom ini adalah ungkapan umum dalam percakapan, yang menunjukkan bahwa walaupun tidak sepenuhnya diingat, ada catatan di pikiran tentang hal tersebut yang menyebabkan efek “akrab”.
-
I heard that name before; it really rings a bell.
Saya pernah mendengar nama itu sebelumnya; itu benar-benar mengingatkan saya. -
The story he told about his trip to Bali rings a bell.
Cerita yang dia katakan tentang perjalanannya ke Bali mengingatkan saya. -
The song played on the radio rings a bell, but I can’t remember the artist.
Lagu yang diputar di radio mengingatkan saya, tetapi saya tidak bisa ingat penyanyinya. -
When she mentioned the event, it finally rang a bell for me.
Ketika dia menyebutkan acara itu, akhirnya itu mengingatkan saya. -
The old photographs in the album ring a bell from my childhood.
Foto-foto lama di album itu mengingatkan saya pada masa kecil saya.