pheromone Dalam Bahasa Indonesia
Kata Kunci: Pheromone
Definisi: Pheromone adalah senyawa kimia yang diproduksi oleh organisme, termasuk hewan dan manusia, yang berfungsi sebagai sinyal komunikasi antar individu dalam spesies yang sama. Pheromone dapat mempengaruhi perilaku, fisiologi, dan perkembangan individu lain yang menerima sinyal tersebut. Misalnya, pheromone sering digunakan oleh serangga untuk menarik pasangan, menandai wilayah, atau memberi peringatan akan bahaya.
Penggunaan: Contoh kalimat: “The female moth releases pheromones to attract male moths.” (Betina ngengat melepaskan pheromone untuk menarik ngengat jantan.)
Etimologi: Kata “pheromone” berasal dari bahasa Yunani: “pherein” yang berarti “menyalurkan” dan “hormon” yang berarti “penyebab gerakan” atau “stimulus.” Diciptakan pada 1950-an oleh ilmuwan untuk menggambarkan senyawa yang menyebabkan reaksi fisiologis dan perilaku pada individu lain.
Pelafalan: /ˈfɛrəmoʊn/
Sinonim:
- Chemical signal
- Semiochemical (penggunaan yang lebih luas, termasuk sinyal antara spesies yang berbeda)
Antonym: Tidak ada antonim langsung untuk “pheromone” karena istilah ini spesifik terhadap jenis senyawa kimia yang berfungsi dalam komunikasi. Namun, dalam konteks komunikasi, dapat dianggap bahwa sinyal yang tidak memengaruhi perilaku bisa menjadi ‘antonym’ dalam arti bahwa itu tidak dianggap pheromone.
-
The researchers discovered that pheromones play a significant role in animal communication.
Peneliti menemukan bahwa feromon berperan penting dalam komunikasi hewan. -
Many insects use pheromones to attract mates during the breeding season.
Banyak serangga menggunakan feromon untuk menarik pasangan selama musim kawin. -
Scientists are studying how human pheromones might influence attraction between people.
Ilmuwan sedang mempelajari bagaimana feromon manusia dapat memengaruhi ketertarikan antar orang. -
The scent of pheromones can trigger specific behaviors in certain species.
Aroma feromon dapat memicu perilaku tertentu pada spesies tertentu. -
Some perfumes contain synthetic pheromones to enhance the wearer’s attractiveness.
Beberapa parfum mengandung feromon sintetis untuk meningkatkan daya tarik pemakainya.
Tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu dengan video YouTube. Tombik.com