materialistic Dalam Bahasa Indonesia
Kata kunci: Materialistic
Definisi: Materialistic adalah sebuah kata sifat yang merujuk pada sikap atau pandangan dunia yang menekankan pentingnya barang fisik, kekayaan, dan kepuasan material di atas nilai-nilai spiritual, emosional, atau intelektual. Seseorang yang materialistik cenderung menganggap kekayaan dan kepemilikan materi sebagai indikator keberhasilan atau kebahagiaan.
Penggunaan: Kata ini sering digunakan dalam konteks sosial, filosofi, atau psikologi untuk menggambarkan sudut pandang yang mementingkan hal-hal yang dapat dilihat dan diukur. Misalnya, “Masyarakat modern sering kali dianggap materialistik karena fokusnya pada konsumsi dan akumulasi kekayaan.”
Etimologi: Kata ini berasal dari bahasa Inggris “materialism,” yang pertama kali digunakan pada abad ke-19. “Materialism” sendiri berasal dari kata “material,” yang berasal dari bahasa Latin “materialis” (berhubungan dengan benda) dan akhiran “-ism” yang menunjukkan suatu kondisi atau sistem pemikiran.
Pelafalan: /məˌtɪəriəˈlɪstɪk/
Sinonim:
- Konsumeris (consumerist)
- Serakah (greedy)
- Kepemilikan (possessive)
Antonim:
- Spiritual (spiritual)
- Idealistik (idealistic)
- Altruistik (altruistic)
Kata “materialistic” seringkali memiliki konotasi negatif, karena mengindikasikan bahwa seseorang atau kelompok lebih peduli pada hal-hal yang bersifat fisik dan materi daripada nilai-nilai yang lebih tinggi atau moral.
-
Many people today are considered materialistic, focusing only on wealth and possessions.
Banyak orang saat ini dianggap materialistis, hanya fokus pada kekayaan dan harta benda. -
Her materialistic views made it difficult for her to appreciate the simple joys in life.
Pandangan materialistisnya membuatnya sulit untuk menghargai kebahagiaan sederhana dalam hidup. -
The competitive nature of society can lead to a materialistic mindset among individuals.
Sifat kompetitif masyarakat dapat menyebabkan pola pikir materialistis di antara individu. -
He realized that his materialistic lifestyle was not bringing him true happiness.
Dia menyadari bahwa gaya hidup materialistisnya tidak membawanya kebahagiaan sejati. -
The film critiques the materialistic tendencies of modern culture.
Film tersebut mengkritik kecenderungan materialistis dari budaya modern.
Tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu dengan video YouTube. Tombik.com