less is more idiom Dalam Bahasa Indonesia
Idiom: Less is More
Definisi: “Less is more” adalah sebuah idiom yang berarti bahwa dengan mengurangi sesuatu atau membuatnya lebih sederhana, hasil yang dicapai akan lebih baik daripada jika dibebani dengan terlalu banyak elemen atau kompleksitas. Ide ini sering diterapkan dalam desain, seni, arsitektur, dan bahkan dalam berkomunikasi.
Penggunaan: Idiom ini sering digunakan dalam konteks di mana kesederhanaan dianggap sebagai suatu nilai. Misalnya, dalam kebijakan desain interior, banyak desainer yang percaya bahwa ruang yang tidak terlalu banyak perabot atau dekorasi akan terasa lebih nyaman dan terorganisir daripada ruang yang penuh sesak.
Etymologi: Idiom ini berasal dari filsafat minimalisme yang mencerminkan pandangan bahwa kesederhanaan dapat menambah keindahan serta fungsionalitas. Sementara tidak ada catatan pasti tentang kapan pertama kali digunakan, frasa ini sering dikaitkan dengan pemikir seni abad ke-20 seperti Ludwig Mies van der Rohe, yang terkenal dengan pernyataannya, “Less is more,” dalam konteks arsitektur.
Pelafalan: /lɛs ɪz mɔr/
Sinonim:
- Simplicity is best
- Minimalism is effective
- Quality over quantity
Antonim:
- More is less
- Complexity is better
- Excess is advantageous
Frasa ini dapat digunakan dalam berbagai situasi, baik dalam diskusi formal maupun informal, untuk menekankan pentingnya kesederhanaan dalam mencapai hasil yang diinginkan.
-
In design, less is more; simple layouts often have a greater impact.
Dalam desain, sedikit itu lebih; tata letak yang sederhana sering memiliki dampak yang lebih besar. -
She believes that less is more when it comes to jewelry; a single elegant piece can be more beautiful than a pile of accessories.
Dia percaya bahwa sedikit itu lebih ketika berbicara tentang perhiasan; satu buah elegan bisa lebih indah daripada tumpukan aksesori. -
The minimalist lifestyle teaches us that less is more, allowing us to focus on what truly matters.
Gaya hidup minimalis mengajarkan kita bahwa sedikit itu lebih, memungkinkan kita untuk fokus pada apa yang benar-benar penting. -
When he painted the room, he chose a single color; he follows the idea that less is more.
Ketika dia mengecat ruangan, dia memilih satu warna; dia mengikuti ide bahwa sedikit itu lebih. -
In cooking, sometimes less is more; using fewer ingredients can highlight the flavors better.
Dalam memasak, kadang-kadang sedikit itu lebih; menggunakan bahan yang lebih sedikit bisa menonjolkan rasa dengan lebih baik.
Tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu dengan video YouTube. Tombik.com