epistemic Dalam Bahasa Indonesia
Epistemic
Definisi: Epistemic adalah sebuah istilah yang berhubungan dengan pengetahuan atau cara-cara memperoleh pengetahuan. Dalam konteks filsafat, istilah ini sering digunakan untuk mendiskusikan pertanyaan mengenai apa itu pengetahuan, bagaimana pengetahuan diperoleh, dan apa yang dianggap sebagai sumber valid dari pengetahuan.
Penggunaan: Kata ini sering digunakan dalam diskusi yang berhubungan dengan epistemologi, yaitu cabang filsafat yang mengkaji sifat dan asal-usul pengetahuan. Contoh penggunaan dalam kalimat: “Pertanyaan epistemic berkisar pada bagaimana seseorang dapat mengetahui bahwa sesuatu itu benar.”
Etimologi: Kata “epistemic” berasal dari bahasa Yunani “epistēmē,” yang berarti “pengetahuan,” dan akhiran “-ic” yang digunakan dalam bahasa Inggris untuk membentuk kata sifat. Istilah ini mulai digunakan secara luas dalam bahasa Inggris pada akhir abad 19.
Pelafalan: ep-i-ˈste-mik
Sinonim:
- Knowledge-related
- Cognitive
- Doctrinal (tergantung konteks)
Antonim:
- Ignorant
- Uninformed
- Incognitive
Dengan pemahaman ini, kita bisa melihat bagaimana “epistemic” memainkan peran penting dalam debat filosofis dan analisis mengenai pengetahuan dan cara-cara kita memahami dunia.
-
The researcher focused on epistemic beliefs in the field of education.
- Peneliti tersebut fokus pada keyakinan epistemik di bidang pendidikan.
-
Different cultures have varying epistemic frameworks that shape their understanding of knowledge.
- Budaya yang berbeda memiliki kerangka epistemik yang bervariasi yang membentuk pemahaman mereka tentang pengetahuan.
-
The epistemic authority of the scientist was challenged by alternative theories.
- Otoritas epistemik ilmuwan tersebut ditantang oleh teori-teori alternatif.
-
She argued that epistemic justification is crucial for establishing truth.
- Ia berargumen bahwa justifikasi epistemik sangat penting untuk menetapkan kebenaran.
-
The discussion centered around the epistemic assumptions underlying the theory.
- Diskusi berfokus pada asumsi epistemik yang mendasari teori tersebut.