ARR Dalam Bahasa Indonesia | Goong.com - Kamus Generasi Baru

Goong.com - Kamus Generasi Baru

ARR Dalam Bahasa Indonesia

Analisis Linguistik:

  1. Terjemahan dalam Bahasa Indonesia:

    • ARR dalam konteks akuntansi biasanya diterjemahkan sebagai “Tingkat Pengembalian Aset” (Average Rate of Return).
  2. Komponen Kata:

    2:14
    BERSPONSOR · TOMBİK.COM Belajar bahasa Inggris dari YouTube, bukan dari buku pelajaran. Tombik.com adalah platform belajar bahasa dengan video YouTube. Mulai gratis →
    • Prefix: “Tingkat” berasal dari bahasa Indonesia yang berarti level atau rate.
    • Root: “Pengembalian” terdiri dari “kembali” yang berarti return dan “peng-” yang merupakan prefiks yang menunjukkan proses atau tindakan.
    • Suffix: “Aset” berasal dari bahasa Prancis “asset” yang berarti sesuatu yang dimiliki dan memiliki nilai.
  3. Nuansa Gramatikal:

    • Dalam bahasa Inggris, istilah ARR adalah akronim dari “Average Rate of Return”. Penggunaan akronim dalam bahasa Inggris memberikan kesan efisiensi dan kemudahan dalam berkomunikasi, sedangkan dalam bahasa Indonesia, penyebutan istilah ini lengkap sering kali lebih disukai untuk menghindari kebingungan.
  4. Pengucapan Fonetik:

    • ARR: /ˈeɪ ˈɑːr ˈɑːr/
    • Dalam bahasa Indonesia, “Tingkat Pengembalian Aset”: /ˈtiŋ.kat pəŋ.əm.ba.li.an ˈa.set/
    • Variasi ejaan yang umum digunakan tidak ada untuk ARR, tetapi istilah bisa disingkat atau disederhanakan menjadi “Tingkat Pengembalian”.

Penjelasan Keuangan & Akuntansi:

  1. Definisi: ARR atau “Tingkat Pengembalian Aset” adalah ukuran kinerja investasi yang menunjukkan rata-rata persentase pengembalian yang diharapkan dari investasi selama periode waktu tertentu. Ini dihitung dengan membagi total keuntungan dari investasi dengan biaya awal investasi, kemudian dikalikan dengan 100 untuk mendapatkan persen.

  2. Signifikansi dalam Akuntansi dan Keuangan: ARR penting karena dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi. Dengan mengetahui tingkat pengembalian yang diharapkan, investor dapat membandingkan potensi pengembalian dari berbagai investasi dan memilih yang terbaik.

  3. Bidang Akuntansi atau Keuangan yang Umum Digunakan:

    • Akuntansi Keuangan: ARR digunakan untuk mengevaluasi kinerja investasi yang ada.
    • Akuntansi Manajerial: Digunakan untuk membuat keputusan investasi dan merencanakan anggaran.
    • Pengauditan: Dapat digunakan untuk menilai apakah laporan keuangan mencerminkan pengembalian yang diharapkan secara akurat.
    • Akuntansi Pajak: Pengembalian yang dihitung dapat mempengaruhi pajak yang terutang atas laba.
  4. Contoh Dunia Nyata: Misalkan sebuah perusahaan mempertimbangkan untuk menginvestasikan Rp 100.000.000 dalam proyek baru dan proyek tersebut diperkirakan menghasilkan total keuntungan sebesar Rp 30.000.000 selama 5 tahun. Maka, ARR dapat dihitung sebagai berikut:

    [ ARR = \left( \frac{Total Keuntungan}{Biaya Investasi} \right) \times 100 \ ARR = \left( \frac{30.000.000}{100.000.000} \right) \times 100 = 30% ]

    Dalam hal ini, ARR sebesar 30% menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengharapkan rata-rata pengembalian 6% per tahun dari proyek tersebut.

  5. Istilah Terkait, Sinonim, atau Prinsip Akuntansi:

    • Istilah terkait: ROI (Return on Investment), IRR (Internal Rate of Return).
    • Sinonim: Tingkat Pengembalian, Rata-rata Pengembalian.
    • Prinsip Akuntansi: Keseimbangan antara risiko dan pengembalian serta perencanaan investasi.

ARR menjadi alat penting bagi manajer dan investor dalam mengukur efektivitas investasi dan merencanakan strategi keuangan yang lebih baik.