appeal Dalam Bahasa Indonesia
Analisis Linguistik
Terjemahan dalam Bahasa Indonesia: Kata “appeal” dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “banding”.
Komponen Kata:
- Prefiks: Terdapat dalam kata “appeal” berupa “ap-” yang berasal dari bahasa Latin “ad-” berarti “ke arah”.
- Akar Kata: “peal” berasal dari bahasa Latin “pellere” yang berarti “menolak” atau “menjatuhkan”.
- Sufiks: Dalam istilah ini tidak ada sufiks yang jelas, tetapi kata “appeal” bisa muncul dalam berbagai bentuk (seperti “appealing” atau “appealed”).
Asal Linguistik: Kata ini berasal dari bahasa Latin “appellare” yang berarti “memanggil” atau “memohon”. Dalam bahasa Inggris, kata ini berkembang hingga menjadi “appeal”.
Nuansa Gramatikal: Dalam bahasa Inggris, “appeal” dapat digunakan sebagai kata benda atau kata kerja. Sebagai kata benda, penggunaan dalam konteks hukum menyiratkan permohonan untuk pengadilan yang lebih tinggi untuk meninjau keputusan pengadilan yang lebih rendah. Sebagai kata kerja, ini lebih mengacu pada tindakan memohon atau meminta peninjauan.
Pengucapan Phonetik: Pengucapan phonetik dari “appeal” adalah /əˈpiːl/. Tidak ada variasi ejaan alternatif yang umum.
Penjelasan Hukum
Definisi: “Appeal” merujuk pada proses hukum di mana seorang pihak yang tidak puas dengan keputusan pengadilan mengajukan permohonan kepada pengadilan yang lebih tinggi agar meninjau dan mengubah keputusan tersebut. Dalam konteks ini, “appeal” dimaksudkan untuk memperbaiki atau membatalkan putusan yang dianggap salah oleh pihak yang bersangkutan.
Signifikansi dalam Praktik Hukum: Appeal adalah proses penting dalam sistem peradilan karena memberikan kesempatan bagi pihak yang merasa dirugikan untuk mencari keadilan. Ini juga membantu memastikan bahwa keputusan pengadilan dilakukan secara adil dan sesuai dengan hukum.
Bidang Hukum yang Umum Digunakan:
- Hukum Pidana: Dalam kasus di mana terdakwa merasa bahwa hukuman tidak adil atau terdapat kesalahan dalam proses peradilan.
- Hukum Perdata: Ketika salah satu pihak merasa bahwa keputusan mengenai sengketa kontrak atau klaim ganti rugi tidak memadai.
- Hukum Konstitusi: Dalam konteks di mana ada pertentangan antara keputusan pengadilan dan interpretasi konstitusi.
Contoh Kasus Nyata: Misalnya, dalam kasus “Brown v. Board of Education” di Amerika Serikat, keputusan awal pengadilan pada tahun 1954 diajukan banding ke Mahkamah Agung, yang akhirnya menghasilkan keputusan penting mengenai segregasi rasial di sekolah-sekolah.
Istilah Terkait:
- Perhatikan Penyampaian Banding (Notice of Appeal): Dokumen resmi yang diajukan untuk memulai proses banding.
- Banding Lazim (Common Appeal): Mungkin mengacu pada kebijakan yang lebih umum mengenai banding dalam hukum sipil.
Dengan memahami “appeal” secara linguistik dan hukum, kita dapat melihat pentingnya peninjauan kembali keputusan di masyarakat hukum demi keadilan dan ketepatan dalam penegakan hukum.
Tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu dengan video YouTube. Tombik.com